PERILAKU ORGANISASI

Ilmu perilaku muncul sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha mendekati permasalahan organisasi melalui berbagai disiplin ilmu, seperti; psikologi, sosiologi, polotik, budaya, ekonomi, dan antropologi. Ilmu perilaku digunakan untuk mendekati masalah organisasi yang mencakup individu dan kelompok dalam organisasi serta proses keorganisasian yang kemudian dikenal sebagai ilmu perilaku organisasi. Perilaku organisasi merupakan pengembangan dari ilmu perilaku yang didasarkan pada prinsip penerapan metode ilmiah yaitu mempelajari kompleksitas kehidupan manusia melalui pengembangan ilmu pengetahuan secara empiris. Ilmu pengetahuan sering dikatakan sebagai “hal yang menakjubkan” yang dapat digunakan untuk kepentingan manajemen sumber daya manusia dalam konteks sebagai anggota sistem sosial. Sebagai ilmu pengetahuan, perilaku organisasi  digunakan untuk tiga maksud utama yaitu (Poerwanto, 2008): (1) Upaya peningkatan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan kualitas produk, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan; (2) Proses kerja sama di antara anggota organisasi dan peningkatan kualitas kesejahteraan sumber daya manusia sebagai salah satu aset; dan (3) Proses adaptasi dengan lingkungan organisasi.

Organisasi adalah wadah dalam arti abstrak dari sekumpulan individu yang memiliki latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, kemampuan, dan motivasi yang berbeda untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam suatu sistem sosial, organisasi adalah sub sistem sosial yang merupakan sistem terbuka yang hidup dalam lingkungan dimana gerakannya dimungkinkan dapat mengganggu kondisi lingkungan atau sebaliknya. Sebagai wadah, organisasi memerlukan keterampilan manajerial untuk menangani orang dengan perilaku individual yang berbeda untuk memiliki perilaku organisasional yang handal, sesuai dengan visi, misi, dan tujuan organisasi. Secara konseptual, keterampilan manajerial untuk menangani orang dalam organisasi disebut sebagai ilmu perilaku organisasi (Poerwanto, 2008).

Ilmu perilaku organisasi telah didefinisikan oleh berbagai kalangan dengan pendekatan masing-masing, diantaranya: Perilaku organisasi sebagai bidang kajian yang berusaha untuk menemukan pengetahuan tentang perilaku di dalam organisasi melalui studi yang sistematik terhadap individu, kelompok dan proses keorganisasian (Greenberg & Baron, 1985). Perilaku organisasi sebagai dasar pemikiran yang mencoba untuk memeperdalam pengertian tentang keadaan organisasi melalui pemahaman terhadap individu, kelompok, dan proses keorganisasian dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan kemampuan individu (Baron, 1986).

Perilaku organisasi sebagai suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan tentang keorganisasian untuk memperbaiki efektivitas organisasi (Robbins, 1998). Perilaku organisasi adalah bidang studi yang mempelajari tentang keadaan organisasi yang meliputi tiga aspek bahasan (Poerwanto, 2008): (1) Pengaruh dan peranan individu terhadap organisasi; (2) Pengaruh dan peranan organisasi terhadap individu yang menjadi anggota organisasi; dan (3) Proses sistem keorganisasian secara keseluruhan yang digunakan untuk meningkatkan kapabilitas organisasi maupun individu.

Setiap individu yang menjadi anggota organisasi membawa kemampuan, nilai dan kebutuhan yang mungkin berbeda dengan sistem keorganisasian. Secara naluriah, individu tersebut akan menyesuaikan dengan kepentingan organisasi sekalipun mempunyai konsekuensi akan terjadi benturan. Kondisi tersebut menuntut terbentuknya persepsi organisasi terhadap masing-masing kebutuhan dan kepentingan melalui komunikasi yang mengedepankan tujuan organisasi. Perilaku organisasi adalah bidang studi yang bertitik tolak pada studi tentang tingkah laku individu secara langsung sebagai anggota organisasi aktif serta merupakan proses dari sistem yang dibangun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai proses dari sistem, setiap organisasi memiliki tujuan, nilai, prosedur dan mekanisme kontrol yang dibangun dan dianut bersama untuk menunjukkan bahwa eksistensi individu sebagai anggota organisasi tidak lepas dari sistem yang dibangun dalam organisasi yang bersangkutan. Perilaku organisasi berisi perpaduan tiga komponen kebutuhan utama yaitu; individu, kelompok dan organisasi. Diperlukan aturan berperilaku oleh organisasi untuk mengakomodasi semua bentuk kepentingan dan kebutuhan individu maupun kelompok untuk disesuaikan dengan tujuan organisasi sebagai sentra kegiatan. Kehidupan organisasi terdiri dari dinamika perbedaan kebutuhan dua pihak yaitu organisasi itu sendiri sebagai sistem terbuka dan individu sebagi anggota. Organisasi perlu membangun kebersamaan melalui komunikasi untuk menyatukan persepsi anggota organisasi terhadap keinginan organisasi di lingkungan sosialnya. Perilaku organisasi adalah ilmu yang membahas bagaimana mempertemukan dua nilai yang belum tentu sama dan tumbuh dalam suatu sistem tertentu (Poerwanto, 2008).

 

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

Pustaka

Baron, R.A. (1986). Behavior in Organizations: Understanding and Managing the Human Side of Work. Boston: Allyn and Bacon.

Greenberg, J. & Baron, R.A. (1995). Behavior in Organizations: Understanding and Managing The Human Side of Work. New York: Prentice Hall International.

Poerwanto. (2008). Budaya Perusahaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ISBN: 978-979-1277-90-7.

Robbins, S.P. (1998). Organization Behavior: Concepts, Controversies and Applications. New York: Prentice Hall.

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.