FUNGSI BUDAYA ORGANISASI

Perlu dibentuk lingkungan yang kondusif terhadap pengembangan sikap yang dibutuhkan dalam bisnis (Suseno, 2010). Mutu, wawasan, kedewasaan, dan kompetensi pimpinan sangat menentukan. menegaskan bahwa dalam proses perencanaan strategis kegiatan yang dilakukan untuk menghubungkan waktu mendatang (tujuan) dengan waktu sekarang (kekuatan, kompetensi, dan strategi) yang mencakup kepentingan antar-berbagai pihak dalam lingkup suatu organisasi-yang berarti mencakup kegiatan yang bersifat kreatif dan inovatif-perlu meletakan keseimbangan masa kini dan masa mendatang dan berani mengambil risiko atas keputusan yang diambil dalam rangka mencapai tujuan. Dalam proses penyusunan dan penerapan perencanaan strategis dibutuhkan adanya seperangkat elemen budaya organisasi tertentu supaya proses tersebut didukung sepenuhnya oleh pranata yang dimiliki organisasi. Elemen budaya tertentu dibutuhkan agar dapat menjembatani perbedaan jangka waktu dan kepentingan berbagai pihak yang tidak selalu sama, bahkan terkadang bertolak belakang. Budaya yang dimaksud mencakup (Triono, 1996): (1) perilaku agresif, (2) perilaku berorientasi pada tujuan, (3) perilaku kreatif dan inovatif, (4) perilaku berani menanggung risiko, (5) perilaku seimbang antara jangka pendek dan panjang, (6) perilaku yang mengutamakan keputusan bersama dan memiliki komitmen terhadap rekan kerja, dan (7) perilaku terbuka.

Nilai budaya organisasi adakalanya bertentangan dengan sasaran keuangan. Kelangsungan hidup kultur yang kuat menuntut ketaatan terhadap nilai itu, mengorbankan kepentingan keuangan jangka pendek demi kesetiaan jangka panjang terhadap tujuan bersama. Bila ada kesediaan berkorban demi mempertahankan nilai sesuai dengan lingkungan ekonomi dan menyebarkan nilai ini dengan semua pemeran serta dalam organisasi maka keseluruhan organisasi akan menerima manfaat. Konsep aktivitas produksi di organisasi tidak dapat direduksi menjadi sekedar kategori ekonomi karena ekonomi itu sendiri merupakan bagian integral dari budaya (Deal & Kennedy, 1996). Budaya organisasi bagi karyawan dimaknai sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Budaya organisasi mendorong karyawan untuk selalu mencapai prestasi kerja atau produktivitas yang lebih baik (Uha, 2013).

Selama ini dikenal adanya 4 tipe budaya organisasi. Misalnya Roger Harrison dan Charles Handy mengembangkan tipe budaya organisasi berdasarkan tingkat formalisasi dan sentralisasi, sedangkan Terence E. Deal dan Allen A. Kennedy mengembangkan tipe budaya organisasi berdasarkan derajat risiko yang terkait dengan kegiatan organisasi. Pilihan terhadap tipe budaya yang akan dikembangkan di organisasi diperlukan pemahaman terhadap kondisi dan situasi yang sudah terbentuk dalam organisasi. Budaya organisasi yang sukses diterapkan di suatu organisasi, belum tentu sukses apabila diterapkan di organisasi lain (Uha, 2013).

Pengusaha memaknai budaya organisasi sebagai pilihan visi, misi, dan strategis yang diimplementasikan ke dalam kinerja. Budaya organisasi dapat dibedakan menjadi budaya kuat dan budaya lemah. Budaya lemah merupakan sumber penyakit bagi pengembangan organisasi. Sebaliknya, budaya kuat akan menghasilkan keseragaman sasaran sehingga kegiatan organisasi lebih mudah untuk diarahkan. Makna budaya organisasi baik bagi karyawan maupun bagi pengusaha tampak bahwa pemahaman tentang budaya organisasi menjadi penting bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam aktivitas organisasi (Uha, 2013).

 

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

 

Pustaka

Deal, T.E. & Kennedy, A.A. (1982). Corporate Culture: Rites and Ritual of Corporate Life. Reading, MA: Addison-Westey.

Suseno, M.N. (2010). Pengaruh Dukungan Sosial dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Organisasi Dengan Mediator Motivasi Kerja. Jurnal Psikologi. Vol.1. No.1. Juni. Halaman 94-100.

Triono, R.A. (1996). Budaya Organisasi dalam Proses Pengimplementasian Perencanaan Strstegis. Manajemen Usahawan Indonesia. No. 07. Th. XXV. Juli. Hlm. 12-14.

Uha, I.N. (2013). budaya Organisasi Kepemimpinan dan Kinerja: Proses Terbentuk, Tumbuh Kembang, Dinamika, dan Kinerja Organisasi. Jakarta: Kencana. ISBN 978-602-7985-33-9.

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.