ARAH TUJUAN ORGANISASI

Perencana strategi harus dapat menentukan arah organisasi dengan merumuskan tujuan yang dapat mendorong kemampuan organisasi menuju ke arah yang sukses dalam lingkungan kini yang diramalkan untuk masa yang akan datang. Definisi tujuan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: definisi luas dan definisi sempit. Tujuan bersifat umum, sedangkan sasaran bersifat spesifik. Tujuan adalah aturan keputusan yang memungkinkan manajemen untuk mengarahkan atau mengukur prestasi ke arah tujuan. Tujuan dapat pula didefinisikan sebagai pengukur proses pengubahan sumber. Tujuan yang berisi tiga elemen penting yaitu sebagai berikut (Ansoff, 1987): (1) atribut tertentu yang dipilih sebagai pengukur efisiensi; (2) ukuran atau skala dengan atribut tersebut diukur; dan (3) sasaran yaitu nilai tertentu pada skala yang ingin dicari untuk dicapai oleh organisasi. Tujuan organisasi adalah tujuan akhir yang dicari untuk dicapai oleh organisasi dengan keberadaan dan kegiatannya (Glueck & Jauch, 1989).

Sasaran merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi dan biasanya dinyatakan tanpa menghubungkan dengan proses periode waktu tertentu. Sasaran dikembangkan dalam proses perencanaan strategi. Tujuan merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu dan dapat ditentukan dasar pengukuran untuk menilai tercapainya tujuan. Tujuan digunakan untuk proses pengendalian manajemen. Sasaran mempunyai lingkup yang luas dan tidak dapat dipisahkan dengan empat komponen yaitu filosofi, visi, misi, dan tujuan (Anthony, 1965).

Manajemen puncak organisasi harus mempunyai perspektif mengenai manfaat baru atau fungsionalitas tentang apa yang akan ditawarkan kepada pelanggan di masa yang akan dating. Perspektif mengenai apa yang sesungguhnya merupakan kompetensi inti baru yang akan dibutuhkan untuk menciptakan manfaat tersebut serta bagaimana nantinya pelanggan dapat mengakses manfaat tersebut secara efektif. Arsitektur strategi pada hakikatnya adalah blueprint tingkat tinggi untuk penyebaran fungsional baru, perolehan kompetensi baru, atau adanya migrasi kompetensi yang sudah ada serta rekonfigurasi pelayanan pelanggan. Setelah menetapkan apa dan kapan sasaran yang dibutuhkan untuk dicapai maka strategi organisasi perlu menyatakan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Strategi organisasi merupakan pernyataan mengenai arah dan tindakan yang diinginkan waktu yang akan datang. Strategi organisasi mencakup kebijakan, program dan kegiatan manajemen untuk melaksanakan misinya. Strategi berkaitan dengan (Uha, 2013): (1) Bagaimana target kinerja yang harus dipenuhi, (2) Bagaimana organisasi akan memberikan fokus (perhatian) pada pelanggan, (3) Bagaimana organisasi akan memperbaiki kinerja pelayanan serta segi-segi lainnya, dan (4) Bagaimana organisasi akan melaksanakan misinya.

Kerangka pikir manajemen strategi memberikan gambaran tahap perumusan tujuan dimulai dari visi dan misi yang menghasilkan nilai. Visi, misi dan nilai tersebut secara bersamaan dianalisis dengan mempertimbangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi, baik lingkungan internal yaitu lingkungan di dalam organisasi seperti struktur, organisasi, hirarki dalam manajemen, pemberdayaan sumber daya manusia, efektivitas organisasi, biaya operasi, maupun lingkungan eksternal yaitu lingkungan di luar organisasi seperti ekonomi, teknologi, sosial, politik, dan ekologi yang mengarah pada penarikan ukuran prioritas lingkungan dengan strategi dalam mencapai tujuan. Nilai lingkungan membantu menetapkan bagaimana tindakan diambil karena menentukan tindakan apa yang tepat untuk dilakukan dalam mencapai tujuan yang juga merupakan elemen penting dalam proses perumusan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi. Strategi bisa mengalami perubahan setiap saat sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhinya. Strategi tidak statis melainkan dinamis (Uha, 2013).

 

Oleh:

Nicholas Simarmata, S.Psi., M.A.

 

PUSTAKA

Ansoff, H. I. (1987). The Emerging Paradigm of Strategic Behavior. Strategic Management Journal. Vol. 8. Halaman 501-515.

 

Anthony, R.N. (1965). Planning and Control Systems: A Framework for Analysis. Graduate School of Business Administration, Harvard Business School.

 

Glueck, W.F. & Jauch, L.R. (1989). Manajemen strategis dan kebijakan perusahaan. Jakarta: Erlangga,

 

Uha, I.N. (2013). Budaya Organisasi Kepemimpinan dan Kinerja: Proses Terbentuk, Tumbuh Kembang, Dinamika, dan Kinerja Organisasi. Jakarta: Kencana. ISBN 978-602-7985-33-9.

 

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.