Peran budaya organisasi sangat penting dalam meningkatkan kinerja karyawan yang berwujud kepada produktivitas pelayanan. Karyawan yang sudah memahami keseluruhan nilai organisasi akan menjadikan nilai tersebut sebagai kepribadian organisasi. Persepsi yang mendukung akan memengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan. Budaya organisasi akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Budaya organisasi yang sudah terinternalisasi akan memberikan kemampuan untuk meminimalkan deviasi dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang tak terduga. Hal ini sangat menentukan bagi organisasi dan individu dalam menjalankan bisnis dan berinteraksi dengan lingkungan serta dalam cara mengelola karyawan secara internal atau hubungan atasan-bawahan. Sehingga ada kaitan hubungan antara budaya organisasi terhadap kinerja organisasi (Uha, 2013).
Hubungan budaya organisasi dengan kinerja yaitu bahwa budaya organisasi mempunyai peran penting dalam menentukan pertumbuhan organisasi. Organisasi dapat tumbuh dan berkembang karena budaya organisasi yang terdapat di dalamnya mampu merangsang semangat kerja sumber daya manusia di dalamnya sehingga kinerja organisasi meningkat. Organisasi yang hancur karena tidak mampu memelihara budaya organisasi yang produktif (Wibowo, 2006).
Kita perlu memahami makna dan karakteristik budaya organisasi. Kita perlu menyadari bahwa budaya organisasi sangat bermanfaat dan merupakan kunci untuk melakukan transformasi kultural. Perubahan organisasi merupakan transformasi kultural yang diharapkan memberikan dampak pada kinerja organisasi. Yang penting adalah seberapa jauh implikasi perubahan tersebut ke dalam organisasi. Apa saja yang harus diubah dan bagaimana cara yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hasil seperti yang kita inginkan. Hal tersebut menunjukkan bagaimana cara organisasi harus dikembangkan (Uha, 2013).
Budaya organisasi adalah cara orang melakukan sesuatu dalam organisasi. Budaya organisasi merupakan satuan norma yang terdiri dari keyakinan, sikap, nilai inti, dan pola perilaku yang dilakukan orang dalam organisasi. Keyakinan bersama, nilai inti, dan pola perilaku memengaruhi kinerja orgnisasi. Keyakinan adalah semua asumsi dan persepsi tentang sesuatu, orang dan organisasi secara keseluruhan, dan diterima sebagai sesuatu yang benar dan salah. Nilai inti adalah nilai dominan yang diterima di seluruh organisasi. Pola perilaku adalah cara orang bertindak terhadap orang lain. Organisasi dengan keyakinan atas potensi orangnya dan nilai inti atas penghargaan maka akan mempunyai pola perilaku yang diinginkan dalam memperlakukan orang dengan baik (Uha, 2013).
Budaya organisasi berdampak pada kinerja jangka panjang organisasi. Bahkan mungkin merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi. Budaya organisasi dapat meningkatkan kinerja sehingga produktivitas organisasi meningkat. Organisasi dengan budaya yang kuat dan positif akan memungkinkan orang merasa termotivasi untuk berkembang, belajar dan memperbaiki diri. Budaya organisasi dapat kuat atau lemah akan tergantung pada variabel seperti keterpaduan, konsensus nilai, dan komitmen individual terhadap tujuan bersama (Ernawan, 2011). Jika orang bekerja dalam organisasi yang dikelola dengan baik maka akan mempunyai motivasi dan kepuasan lebih tinggi. Usaha dan hasil perubahan hanya akan berkelanjutan apabila budaya organissi yang sesuai dengan perubahan yang diingikan (Uha, 2013).
Maka dari itu, secara mikro, dengan memahami dan melaksanakan budaya organisasi sesuai kesepakatan bersama dan dengan semestinya maka hal ini akan memacu kinerja karyawan dan begitu juga dengan kinerja organisasi. Secara makro, hal ini akan menghasilkan karyawan dan organisasi yang produktif sesuai dengan visi, misi, strategi organisasi.
Oleh:
Nicholas Simarmata
Pustaka
Ernawan, E.R. (2011). Organizational culture: Budaya organisasi dalam perspektif ekonomi dan bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Uha, I.N. (2013). budaya Organisasi Kepemimpinan dan Kinerja: Proses Terbentuk, Tumbuh Kembang, Dinamika, dan Kinerja Organisasi. Jakarta: Kencana. ISBN 978-602-7985-33-9.
Wibowo. (2006). Managing Change: Pengantar perubahan Manajemen. Bandung: Alfabeta.





