DAUR HIDUP ORGANISASI

Organisasi memiliki cara yang berlainan dalam struktur, kebudayaan dan strategi pengembangan sumber daya yang ada untuk dapat bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi. Penanaman strategi yang berlainan antara satu organisasi dengan organisasi lainnya ditujukan terutama agar organisasi tersebut dapat bertahan dan berkembang. Diperlukan pemahaman mengenai daur hidup organisasi. Terdapat empat tahapan prinsip dalam daur hidup organisasi yaitu (Ernawan, 2011): kelahiran, pertumbuhan, penurunan, dan kematian. Setiap organisasi mengalami perbedaan tingkatan dalam melewati setiap tahapannya dan ada sebagian organisasi tidak mengalami setiap tahapnya. Beberapa organisasi juga mengalami waktu yang lebih lama dalam tahapan kelahiran.

 

Kelahiran Organisasi

Tahap pertama adalah tahap kelahiran organisasi. Organisasi terlahir karena adanya individu yang bergabung dengan menggunakan kemampuan dan keahliannya masing-masing untuk menciptakan suatu nilai tertentu. Tahap kelahiran organisasi merupakan tahapan yang sangat berbahaya dari keseluruhan daur hidup organisasi karena merupakan kesempatan terbesar dalam pembentukan suatu organisasi baru. Organisasi yang baru terbentuk masih bersifat labil karena masih dalam proses pencarian nilai, belum stabil dalam pelaksanaannya dan serba tidak menentu. Semuanya disebabkan karena organisasi masih bersifat trial and error.

Struktur organisasi yang bersifat fleksibel merupakan keuntungan tersendiri dikarenakan tidak kakunya terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi. Struktur organisasi yang formal membentuk kestabilan organisasi dan kepastian dalam pelaksanaan pekerjaannya. Struktur organisasi yang lebih spesifik akan mengarahkan prosedur dan aktivitas kerja secara keseluruhan organisasi guna mencapai tujuan organisasi. Teori mengenai ekologi populasi menjelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat kelahiran dan kematian organisasi dalam suatu populasi organisasi yang ada. Menurut teori ini, adanya sumber daya dalam organisasi dapat menentukan urutan organisasi dalam populasinya. Persaingan sumber daya dalam organisasi dapat menentukan batas maksimal ukuran kepadatan sumber daya organisasi dalam lingkungan khusus.

Dua faktor yang dapat menyebabkan kenaikan tingkat kelahiran yaitu (1) penemuan terhadap organisasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat mendirikan organisasi yang serupa dan (2) pengelolaan organisasi dapat menyebabkan kenaikan tingkat kelahiran organisasi, dikarenakan ketahanan dan jenis organisasi yang akan membentuk model organisasi tertentu. Organisasi dapat dikatakan berhasil terlihat dari nilai yang dicapai yaitu berada pada tingkat kelahiran maksimum. Terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kelahiran yang dicapai organisasi yaitu (1) penurunan sumber daya yang ada di lingkungan organisasi akan menyebabkan menurunnya tingkat kelahiran yang dicapai organisasi dan (2) kesulitan yang dialami organisasi dalam mencari sumber daya yang dibutuhkan.

 

Pertumbuhan Organisasi

Setelah organisasi dapat bertahan tahap selanjutnya setelah tahap kelahiran organisasi adalah tahap peningkatan pengawasan terhadap sumber daya organisasi yang akan dapat menjadikan organisasi tumbuh dan berkembang. Tahap pertumbuhan dalam daur hidup organisasi merupakan tahap pengembangan nilai untuk dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya organisasi. Banyak teori mengenai daur hidup organisasi yang diperkirakan dapat diterapkan dalam manajemen agar organisasi bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Salah satu teori yang terbaik mengenai daur hidup organisasi adalah teori yang dikembangkan oleh Greiner (1972). Menurut teori ini, organisasi mengalami empat tahapan evolusi dan organisasi dalam setiap tahapannya akan menghadapi krisis permasalahan yang berbeda. Untuk dapat memperoleh kemajuan maka organisasi harus dapat berhasil mengatur dan memecahkan persoalan dari setiap krisis permasalahan yang dihadapinya.

 

Penurunan Organisasi

Dari model pertumbuhan organisasi menurut Greiner terdapat permasalahan yang berbeda dalam setiap tahapan pertumbuhan organisasi. Penurunan organisasi akan terjadi apabila permasalahan yang dihadapi tidak dapat diatur dengan baik. Tahap penurunan dalam daur hidup organisasi terjadi ketika organisasi mengalami kegagalan dalam mengantisipasi tekanan baik dari dalam maupun luar sehingga organisasi tidak dapat bertahan.

Pemimpin organisasi harus mempunyai kemampuan untuk dapat mengidentifikasi dan memecahkan persoalan yang terjadi dalam organisasi sehingga organisasi dapat mencapai kinerja maksimum. Apabila pemimpin organisasi tidak mempunyai kemampuan, motivasi, dan keinginan untuk dapat menyeimbangkan hubungan pertumbuhan organisasi dengan keefektifan organisasi maka organisasi tersebut akan mengalami penurunan.

 

Kematian Organisasi

Tahap penurunan organisasi diidentifikasi ke dalam lima tahapan sebagai berikut (Weitzel & Jonsson, 1989): (1) Blinded. Pada tahap ini organisasi tidak dapat mengelola permasalahan yang terjadi baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Hal ini biasanya dikarenakan kurangnya sistem pengawasan dan sistem informasi organisasi. Untuk menghindari penurunan organisasi pada tahap ini memerlukan sistem informasi yang baik sehingga akan terjalin kerjasama yang baik untuk dapat memajukan organisasi; (2) Inaction. Pada tahap ini, meskipun keadaan organisasi semakin memburuk yang ditandai dengan pengurangan keuntungan atau pendapatan namun pemimpin organisasi hanya melakukan sedikit pemecahan dari permasalahan yang dihadapi. Hal ini merupakan refleksi dari kurangnya informasi yang dipercaya yang dapat membuat organisasi akan bertahan; (3) Faulty Action. Tahap berikutnya adalah kesalahan pemimpin dalam memecahkan persoalan. Permasalahan yang dihadapi organisasi semakin kompleks, sehingga memungkinkan pemimpin organisasi melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan karena konflik organisasi atau keputusan yang terlambat dibuat; (4) Crisis. Pada saat yang bersamaan krisis dalam organisasi akan terjadi dan hanya perubahan yang bersifat radikal dalam penerapan sturktur dan strategi organisasi yang dapat menghentikan penurunan yang terjadi pada organisasi sehingga organisasi dapat bertahan; dan (5) Dissolution. Organisasi sudah kehilangan kepercayaan dari pihak yang berkepentingan sehingga dapat mengurangi pasaran dan reputasi organisasi. Tahap ini akan mengarah pada tahapan kematian organisasi.

 

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

 

PUSTAKA

Ernawan, E.R. (2011). Organizational culture: Budaya organisasi dalam perspektif ekonomi dan bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Greiner, L.E. (1972). Evolution and Revolution as Organizations Grow  University of Illinois at Urbana-Champaign’s Academy for Entrepreneurial Leadership Historical Research Reference in Entrepreneurship. Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=1504482.

Weitzel, W. & Jonsson, E. (1989). Decline in Organizations: A Literature Integration and Extension. Administrative Science Quarterly. Volume 34. Nomor 1. Halaman 91. DOI: 10.2307/2392987

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.