Leading the Organization to become a Champion

The world is flat. Itulah jargon yang akhir-akhir ini sering sekali disebut, dibahas dan diperbincangkan baik oleh para pelaksana, yaitu karyawan, maupun para pengambil keputusan, yaitu pemimpin/pimpinan/ketua. Dunia seakan tanpa batas. Semuanya bisa dilakukan dengan begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Jika merujuk Media Sosial dan Big Data maka ini yang dinamakan Real time. Manusia, di segala lini kehidupan, bukan hanya dituntut, melainkan sudah sebagai kewajiban untuk turut bergerak, berpikir dan bertindak cepat pula. Tidak ketinggalan juga, sekumpulan manusia dalam hubungan formal yang mempunyai tujuan bersama, yang kita sebut sebagai organisasi, harus pula mempunyai kinerja tinggi, yang tidak hanya untuk bertahan, namun juga untuk bisa bekerja sama untuk mencapai kemaslahatan bersama.

Organisasi yang berkinerja tinggi akan dapat berhasil mengatasi hal yang tidak dapat diketahui dengan meminimalkan kerusakan dan memaksimalkan pengaruh kuat. Hal ini menyangkut kemampuan organisasi untuk melindungi diri terhadap pergolakan eksternal, baik dengan cara melindungi diri terhadap kerawanan maupun dengan memanfaatkan peluang ketika muncul. Organisasi yang berkinerja tinggi melakukan kegiatan lebih dari sekedar menjadi pengawal yang berjaga-jaga terhadap kejutan. Organisasi bisa mencapai kinerja yang tinggi dengan beradaptsi pada keadaan yang berubah. Dengan melakukan tindakan perlindungan terhadap kerawanan di dalam rencana dan operasi, organisasi dapat mengurangi penyesalan mereka karena mengikuti cara tertentu. Dengan merencanakan alternatif masa depan, organisasi dapat memastikan kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai sukses. Kejutan dan kecenderungan untuk menurun tidak dapat dihindari, maka memperhatikan isyarat bahwa masa depan yang ada benar-benar datang, lalu mengambil tindakan untuk melindungi diri terhadap ancaman dan kerawanan, sambil berusaha membentuk masa depan yang menguntungkan merupakan hal yang harus dilakukan organisasi (Light, 2008). Organisasi sebaiknya juga selalu menyesuaikan diri pada peluang yang muncul dan kecenderungan baru (Hamel & Valikangas, 2003).

Untuk mempunyai kinerja yang tinggi, organisasi harus memperhatikan 2 hal utama. Yang pertama adalah pada prosesnya dan yang kedua adalah pada targetnya. Pada prosesnya, ada empat pilar yang menyangga kinerja organisasi yang tinggi yaitu (Light, 2008):

  1. Kewaspadaan

Kewaspadaan memberikan perhatian pada apa yang berada jauh di luar sana karena organisasi berada di bawah keadaan ketidakpastian. Dua jenis peristiwa yang mengisyaratkan perubahan kondisi yaitu; yang pertama, melibatkan perubahan validitas asumsi yang digunakan, artinya asumsi itu mulai tidak sesuai. Sementara yang lain, melibatkan perubahan kerawanan, artinya asumsi yang digunakan semakin beresiko. Kewaspadaan melibatkan lebih dari sekedar teknik perencanaan. Kewaspadaan juga terletak pada komitmen dasar untuk memantau dengan cermat cara organisasi bekerja pada waktu tertentu.

  • Kegesitan

Kelangsungan hidup tampaknya bertumpu pada kegesitan organisasi yaitu  kemampuan beradaptasi dengan cepat untuk mendanai peluang dan memanfaatkan audiens. Strategi penginformasian tugas atau yang disesuaikan dengan kebutuhan, menggabungkan beberapa unit dan disesuaikan untuk misi spesifik, dan bergerak menuju suatu tempat secepat mungkin. Tiga karakteristik unit berkinerja tinggi; Pertama, pemimpinnya bekerja keras untuk menerobos kebingungan. Kedua, setiap unit berkinerja tinggi memiliki semacam “lingkungan kerja” masing-masing. Ketiga, unit berkinerja tinggi menyelaraskan diri dengan tujuan bersama.

  • Adaptabilitas

Yaitu kemampuan untuk menyesuaikan strategi dengan cepat dan taktik untuk menghadapi perubahan dalam lingkungan. Adaptabilitas memerlukan terobosan teknis. Diperlukan penyesuaian penambahan gaji dalam menanggapi tekanan pasar. Inovasi adalah salah satu bentuk adaptasi, tetapi tidak semua adaptasi adalah inovasi. Inovasi adalah buah dari investasi, penelitian dan imajinasi. Adaptabilitas merujuk pada kemampuan organisasi untuk bereaksi cepat pada berbagai skenario yang berbeda, beberapa diantaranya dapat diprediksi, dan selebihnya dapat berupa kejutan besar. Pada tingkat strategis, adaptabilitas merujuk pada model bisnis organisasi secara keseluruhan dan menghadirkan kemampuannya untuk bergeser dari keadaan dunia yang sedang bergejolak. Adaptabilitas membutuhkan kemampuan organisasional untuk bereaksi. Adaptabilitas lebih dari sekedar menyiapkan diri terhadap kejutan. Termasuk juga di dalamnya, upaya untuk tetap memimpin lalu lintas melalui pergerakan gesit yang kontinu atau yang tidak teratur.

  • Keselarasan

Keselarasan adalah soal sistem komunikasi dalam sebuah organisasi. Keselarasan juga termasuk di dalamnya yaitu pengendalian biaya dan pengukuran yang cermat.

Keempat pilar diatas penting agar organisasi tetap memiliki kinerja yang tinggi di dalam keadaan eksternal yang tidak stabil. Kewaspadaan mensyaratkan perlunya melakukan penyesuaian; kegesitan memberikan kecepatan untuk menyesuaikan diri; adaptabilitas menyediakan strategi baru dan produk baru untuk melindungi diri dalam menghadapi kerawanan dan membentuk masa depan yang penuh harapan; sedangkan keselarasan memastikan bahwa organisasi bertindak dan bergerak secara keseluruhan.

Sedangkan pada targetnya, jika organisasi tidak berani menargetkan sebuah tantangan, organisasi tidak akan pernah mendapatkan apa-apa. Target yang dibidik memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja organisasi. Oleh karena itu ada 3 tujuan utama agar target menjadi tepat (Blanchard, 2007):

  1. Penyedia pilihan

Organisasi tidak akan maju tanpa komitmen dan loyalitas konsumen mereka. Untuk mempertahankan konsumen, organisasi tidak boleh merasa cukup dengan hanya memuaskan konsumen; organisasi harus menciptakan konsumen yang loyal. Konsumen yang loyal yaitu konsumen yang sangat puas dengan pelayanan organisasi sehingga mereka ingin sekali menceritakannya kepada siapa saja; konsumen menjadi bagian dari kekuatan penjualan organisasi. Konsumen yang loyal diciptakan oleh organisasi yang memberikan pelayanan jauh melebihi pelayanan pesaingnya dan bahkan melampaui dugaan konsumen.

  • Pilihan karyawan

Dengan aktivitas yang supercepat, pekerja handal sangat dibutuhkan. Organisasi harus mencari cara untuk menarik orang terbaik dan menjaga orang terbaiknya yang sudah ada. Gaji yang menarik sudah bukan lagi satu-satunya jawaban. Karyawan mencari kesempatan dimana mereka merasa kontribusi dan pencapaian mereka mendapatkan perhatian dan penghargaan – dimana mereka diajak serta dan diberdayakan, memilki kesempatan untuk meningkatkan ketrampilan mereka dan melihat kesempatan yang lebih besar, dan percaya bahwa mereka menghasilkan perbedaan. Tanpa karyawan yang berkomitmen dan diberdayakan, sebuah organisasi tidak akan pernah bisa memberikan pelayanan yang baik. Karyawan sangat penting karena sekarang sebuah organisasi dievaluasi dengan menentukan seberapa cepat ia bisa merespon keluhan dan tuntutan pelanggan. Maka ini berarti organisasi harus menciptakan suasana kerja yang memotivasi karyawan dan struktur organisasi yang cukup fleksibel sehingga memungkinkan setiap karyawan menjadi diri mereka yang terbaik.

  • Pilihan investasi

Apapun jenis organisasi, apakah publik, pribadi, pemerintahan atau nirlaba, pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan investasi. Semua organisasi membutuhkan sumber pendanaan; melalui saham, pinjaman, hibah atau kontrak. Untuk berinvestasi, orang harus yakin pada kemampuan dan kinerja organisasi di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Metode baru yang berkembang bahwa cara lain yang efektif untuk mengatur pengeluaran adalah dengan menjadikan semua orang di dalam organisasi sebagai rekan bisnis. Ketika orang mengerti kenyataan bisnis tentang bagaimana organisasi menghasilkan dan membelanjakan uangnya, mereka lebih bersedia untuk membantu dan berkontribusi.

Agar bisa memaksimalkan proses dan targetnya, maka organisasi yang berkinerja tinggi menjalankan 6 buah elemen yang disingkat menjadi sebuah akronim “SCORES” (Blanchard, 2007):

S = Shared information and open communication atau informasi yang terdistribusi dan komunikasi yang terbuka. Di sebuah organisasi berkinerja tinggi, informasi dibutuhkan agar setiap keputusan yang disampaikan diterima setiap orang dan terbuka untuk dikomuniksikan. Semakin siap sebuah informasi disediakan, orang akan semakin diberdayakan dan siap untuk membuat keputusan yang solid sesuai dengan tujuan dan nilai organisasi. Mendukung terjadinya dialog dapat menjaga agar organisasi tetap sehat, responsif, fleksibel, dan mengalir.

C = Compelling vision atau visi yang meyakinkan. Ketika semua orang mendukung visi organisasi – termasuk tujuan, gambaran masa depan, dan nilai – dukungan ini menciptakan sebuah budaya yang mempunyai tujuan dan sangat terarah yang mengarahkan hasil bisnis menuju kebaikan ekstra.

O = Ongoing learning atau pembelajaran berkelanjutan. Organisasi berkinerja tinggi terus menerus fokus untuk mengembangkan kemampuan melalui sistem pembelajaran, menambah modal pengetahuan dan membagikan semua pengetahuan yang diperoleh ke setiap bagian di dalam organisasi.

R = Relentless focus on customer result atau fokus tanpa henti kepada kepuasan pelanggan. Organisasi berkinerja tinggi mengerti siapa konsumen mereka dan menetapkan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan keinginan konsumen. Organisasi menggunakan sudut pandang konsumen untuk memfokuskan diri pada hasil tersebut.

E = Energizing system and structure atau sistem dan struktur yang memberi semangat. Sistem, struktur, proses dan kebijakan di dalam organisasi berkinerja tinggi bersinergi untuk mendukung visi organisasi, arah kebijakan strategis dan target. Sistem dan struktur yang memberi semangat menghasilkan kebijakan yang mempercepat respon terhadap sebuah masalah dan kesempatan.

S = Shared power and high involevement atau kekuasaan yang disitribusikan dan keterlibatan tinggi. Di dalam organisasi berkinerja tinggi, kekuasaaan dan keputusan disistribusikan dan disampaikan ke seluruh organisasi, tidak digenggam oleh sebagian orang di level puncak. Partisipasi, kolaborasi dan kerja tim adalah bagian yang tidak terpisahkan. Jika karyawan paham dengan tujuan dan standar yang jelas tentang batasan otonomi, mereka akan bertindak dengan komitmen untuk mencapai hasil yang ditentukan.

Sebagai kesimpulan, organisasi berkinerja tinggi adalah organisasi yang sepanjang waktu terus menghasilkan hasil yang luar biasa dengan tingkat kepuasan dan komitmen untuk sukses yang tertinggi. Fleksibilitas, kecepatan, dan sistem respon yang dimiliki organisasi berkinerja tinggi dijamin juga suskes dan dihargai di masa yang akan datang. Untuk mencapai hal ini, jelas membutuhkan keyakinan dan kekonsistenan dari para stakeholder dan shareholder yang terlibat. Dan jikalau proses dan pencapaian ini bisa terus dijaga, maka mereka jugalah yang merasakan manfaat dan keuntungannya.

Oleh:

Nicholas Simarmata, S,Psi.,M.A.

Daftar pustaka

Blanchard, K. 2007. Leading at a Higher level. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia

Hamel, G. & Valikangas, L. 2003. The Quest for Resilience. Harvard Business Review. September. Halaman 52-63

Light, P.C. 2008. The Pillars of High Performance. Jakarta: PT Buana Ilmu Populer Kelompok Gramedia

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.