PENILAIAN KINERJA ORGANISASI

Penilaian merupakan proses atau cara menilai. Kata penilaian sering diartikan dengan kata assessment. Assessment adalah (Hawkins, 1979) (1) to decide or fix the amount or value of dan (2) to estimate the worth or quality or likelihood of. Kinerja organisasi merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh organisasi dalam periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Penilaian kinerja organisasi mengandung makna suatu proses atau sistem penilaian mengenai pelaksanaan kemampuan kerja organisasi berdasarkan standar tertentu (Kaplan & Norton, 1996; Lingle & Schiemann, 1996; Brandon & Drtina, 1997). Sistem efektif penilaian kinerja sebaiknya mengandung indikator kinerja yaitu (Atkinson, Banker, Kaplan & Young, 1997): (1) memperhatikan setiap aktivitas organisasi dan menekankan pada perspektif pelanggan, (2) menilai setiap aktivitas dengan menggunakan alat ukur kinerja yang mengesahkan pelanggan, (3) memperhatikan semua aspek aktivitas kinerja secara komprehensif yang mempengaruhi pelanggan, dan (4) menyediakan informasi berupa umpan balik untuk membantu anggota organisasi mengenali permasalahan dan peluang untuk melakukan perbaikan.

Peran dari asesmen kinerja adalah membantu anggota organisasi untuk mengatur rantai nilai (Atkinson, Banker, Kaplan & Young, 1997). Merujuk pada konsep tersebut maka penilaian kinerja mengandung tugas untuk mengukur berbagai aktivitas tingkat organisasi sehingga menghasilkan informasi umpan balik untuk melakukan perbaikan organisasi. Perbaikan organisasi mengandung makna perbaikan manajemen organisasi yang meliputi (Ernawan, 2011): (a) perbaikan perencanaan, (b) perbaikan proses, dan (c) perbaikan evaluasi. Hasil evaluasi selanjutnya merupakan informasi untuk perbaikan “perencanaan-proses-evaluasi” selanjutnya. Proses ini harus dilakukan secara terus-menerus agar faktor stratejik dapat tercapai.

Penilaian kinerja organisasi mengukur aspek keuangan dan non keuangan. Pengukuran tersebut didesain untuk menilai seberapa baik aktivitas yang berhasil dicapai dan dipusatkan pada tiga dimensi utama yaitu efisiensi, kualitas dan waktu (Kaplan & Norton, 1996; Lingle & Schiemann, 1996; Carton & Hofer, 2006). Perpaduan penilaian kinerja ini diarahkan agar dapat mengkomunikasikan strategi dengan aksi manajemen. Keterkaitan antara strategi dan aksi manajemen menjadi jelas. Tindakan organisasi semestinya memberikan dukungan terhadap strategi sehingga aturan main penilaian dalam mendukung strategi dan tindakan menjadi semakin jelas. Penilaian kinerja organisasi terdiri dari sistem yang mencatat perkembangan dalam menjalankan strategi pada pelaksanaan tindakan (Nanni, Dixon & Vollman, 1992).

Penilaian kinerja dibagi ke dalam dua tahapan proses yaitu (Brandon & Drtina, 1997): (a) tahap dasar variabel kunci ditentukan oleh tujuan organisasi dan (b) tahap melekatkan penilaian pada setiap variabel kunci. Dasar variabel kunci ditentukan oleh tujuan yang mempertimbangkan karakteristik variabel kunci penilaian, kategori variabel kunci, keterkaitan variabel, penilaian dengan level organisasi dan keterkaitan variabel penilaian pada level serupa. Melekatkan penilaian pada setiap variabel kunci ditentukan oleh karakteristik penilaian kinerja.

Karakteristik penilaian kinerja harus memenuhi kriteria sebagai berikut (Ernawan, 2011); (1) kelayakan mengenai informasi yang dihasilkan dengan level organisasi dan biaya penilaian, (2) bebas dari kesalahan pengukuran, (3) mengikuti alur waktu penilaian, (4) dapat dimengerti, dan (5) mempertimbangkan keefektifan biaya penilaian. Pelaksanaan penilaian kinerja yang berkembang sekarang mempertimbangkan syarat variabel kunci yang dipakai oleh sistem penilaian kinerja.

Mengatasi fenomena yang muncul dari metode pengukuran yang hanya mengukur kinerja organisasi dari satu aspek, ada pendekatan yang mengukur kinerja organisasi dengan mempertimbangkan empat aspek atau perspektif yaitu (Kaplan & Norton, 1996): (1) perspektif keuangan, (2) konsumen, (3) proses bisnis internal, (4) proses pembelajaran dan pertumbuhan. Keempat perspektif tersebut merupakan uraian dan upaya penerjemahan visi dan strategi organisasi dalam terminologi operasional.

Gagasan untuk menyeimbangkan pengukuran aspek keuangan dan aspek non keuangan melahirkan konsep Balanced Scorecard. Melalui Balance Scorecard memungkinkan pimpinan organisasi mengukur bagaimana bisnis yang mereka jalankan bisa melakukan penciptaan nilai saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masa yang akan datang. Balanced Scorecard juga memungkinkan organisasi untuk mengukur apa yang telah diinvestasikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur demi perbaikan kinerja di masa depan. Melalui Banaced Scorecard memungkinkan manajer menilai apa yang telah mereka bina dalam intangible assets (seperti merek dan loyalitas pelanggan) (Ernawan, 2011).

 

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

 

PUSTAKA

Atkinson, A.A., Banker, R.D., Kaplan, R.S. & Young, S.M. (1997). Management Accounting. Prentice Hall. ISBN-13: 978-0132557610.

Brandon, C.H. & Drtina, R.E. (1997). Management Accounting: Strategy And Control. The McGraw-Hill Companies Inc. ISBN: 9780071140768.

Carton, R.B. & Hofer, C.W. (2006). Measuring Organizational Performance. USA-Massachusetts: Edward Elgar Publishing Limited.

Ernawan, E.R. (2011). Organizational culture: Budaya organisasi dalam perspektif ekonomi dan bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Hawkins, R.P. (1979). The Functions Of Assessment: Implications For Selection And Development Of Devices For Assessing Repertoires In Clinical, Educational, And Other Settings. Journal Of Applied Behavior Analysis. Volume 12. Nomor 4. Halaman 501-516. https://doi.org/10.1901/jaba.1979.12-501.

Kaplan, R.S. & Norton, D.P. (1996). Translating Strategy into Action the Balance Scorecard. Boston: Harvard Business School.

Lingle, J.H. & Schiemann, W.A. (1996). From Balance Scorecard to Strategic Gauges: Is Measurement Worth It? Management Review. Volume 85. Nomor 3.

Nanni, A.J., Dixon, R. & Volman, T.E. (1992). Integrated Performance Measurement: Management Accounting to Support the New Manufacturing Realities. Journal of Management Accounting Research. Volume 4. Halaman 1-19.

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.