KARAKTERISTIK BUDAYA

(sumber: https://www.kompasiana.com/image/rhiezmasavitri7360/5b0b4e55ab12ae41d4257582/keanekaragaman-kebudayaan-di-indonesia. Diakses 28-8-2020)

 

Hanya manusia yang berbudaya, setiap orang atau kelompok berbudaya. Budaya setiap orang atau kelompok berbeda dengan orang atau kelompok lain. Budaya itu an sich tidak dapat disebut buruk atau baik (beyond moral judgement). Kesan buruk-baik bahkan konflik, timbul tatkala seseorang berinteraksi (berkomunikasi) dengan orang lain yang budayanya berbeda dengan menggunakan budayanya sendiri (encoder-pengirim pesan) tanpa memperhatikan dan menyesuaikan dirinya dengan budaya orang lain itu (decoder-penerima pesan). Fenomena ini dapat dikonseptualisasi sebagai netralitas budaya. Budaya itu netral, dalam arti tidak normatif; tidak ada budaya yang tinggi dan tidak ada budaya yang rendah, tidak ada budaya yang benar dan tidak ada budaya yang salah. Sebuah budaya terkesan buruk, jika seseorang yang berbudaya tertentu berinteraksi dengan orang lain yang budayanya berbeda, tanpa mengenal dan menyesuaikan diri dengan budaya orang lain itu (Ernawan, 2011). Hal ini seperti peribahasa Indonesia yaitu “Lain lubuk, lain belalang” yang artinya setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda atau suatu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lain. Dalam hal ini maka kita perlu menerapkan peribahasa Indonesia berikut yaitu, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” yang bermakna kita harus menghormati adat istiadat dimana kita berada.

Keterangan itu berguna juga untuk membedakan budaya (culture) dengan adab (civilization). Kalau tidak ada manusia tanpa budaya, maka manusia dapat dibedakan antara manusia beradab dengan manusia biadab. Budaya maupun adab bisa berubah. Setiap orang terlibat di dalam proses perubahan adab dan budaya (Ernawan, 2011). Maka setiap manusia perlu membangun kebudayaan menuju terbentuknya keadaban.

Kebudayaan sebagai hasil karya, cipta, dan rasa manusia dalam perjalanan sejarahnya yang dimulai dari yang paling sederhana lalu berkembang dan maju terus setahap demi setahap sampai pada yang kompleks dan modern. Kebudayaan yang bertambah maju secara akumulatif maka mutunya semakin meningkat sehingga di dalamnya sering ditemui unsur kebudayaan yang statis di samping yang bersifat dinamis. Kebudayaan itu berpengaruh langsung pada kehidupan individu dan masyarakat dalam mewujudkan eksistensinya masing-masing. Sistem dan nilai yang tergambar di dalam adat istiadat, kesenian, hubungan kemasyarakatan adalah unsur kebudayaan (Ernawan, 2011).

Karakteristik budaya dapat diidentifikasi ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu (Ernawan, 2011):

  1. Cakupan Budaya. Budaya yang mencakup semua aspek kehidupan manusia yaitu semua yang berkaitan dengan berbagai hasil karya manusia mulai dari ilmu pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat kebiasaan dan segala bentuk kapabilitas manusia lainnya termasuk di dalamnya organisasi, baik organisasi dalam pengertian yang luas (masyarakat) maupun organisasi dalam pengertian yang lebih kecil (perusahaan). Semua hasil karya atau kreasi manusia tanpa kecuali adalah ekspresi budaya atau hasil kebudayaan.
  2. Wadah terbentuknya budaya. Hasil kreasi manusia bukan sekedar hasil kreasi individual melainkan kesepakatan dari sekelompok orang atau masyarakat. Masyarakat merupakan wadah terbentuknya budaya. Dalam pengertian budaya tidak akan pernah ada tanpa masyarakat. Budaya merupakan properti kelompok/masyarakat bukan milik individual. Boleh jadi kelompok tersebut adalah kelompok kecil, misalnya organisasi, atau sebaliknya, kelompok tersebut adalah kelompok yang lebih besar, misalnya Bahkan kelompok yang lebih besar lagi, misalnya masyarakat global.
  3. Hubungan antar Budaya, Masyarakat, dan Peradaban. Budaya dan masyarakat saling berhubungan dan saling mengisi. Kesalahan persepsi terjadi ketika menyamakan pengertian antara budaya dengan Budaya dan masyarakat harus dibedakan. Masyarakat (sistem sosial) merupakan sebuah sistem yang menghubungkan interaksi seseorang dengan kelompoknya. Budaya merupakan hasil dari suatu kelompok atau masyarakat tertentu. Peradaban merupakan produk dari kehidupan masyarakat dalam sebuah negara, atau merupakan indikator kualitas budaya sekelompok orang (masyarakat).

 

Disarikan dari: Ernawan, E.R. (2011). Organizational Culture: Budaya organisasi dalam perspektif ekonomi dan bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta. ISBN: 978-602-8800-83-9.

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

 

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.