Pandemi Covid-19 merupakan sebuah wabah yang kini menjadi tantangan di seluruh penjuru dunia. Penyebaran virus yang sangat cepat ini membuat pemerintah Indonesia mengambil sebuah kebijakan untuk melakukan physical distancing, yaitu peraturan yang memberlakukan agar setiap warga negara di Indonesia untuk sementara waktu menjaga jarak, dan melakukan aktivitas-aktivitas dari rumah. Aktivitas yang dilakukan ini yaitu belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah dari rumah (Ihsanuddin, 2020). Dampak pandemi ini juga berimbas paling terasa pada sektor di bidang tekstil, manufactur, pariwisata, penerbangan dan retail (Isna, 2020), Hal ini dilihat dari kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri menjadi menurun drastis. Gerak laju penduduk juga dibatasi untuk tidak berpergian ke luar kota/daerah apabila tidak dalam situasi yang sangat penting.
Para pekerja juga dihimbau untuk melakukan kegiatan work from home, dimana institusi dan perusahaan memberlakukan agar pekerjanya untuk berkarya dari rumah dengan memanfaatkan kemampuan teknologi. Peraturan ini menyebabkan kegiatan yang dilakukan oleh pekerja menjadi lebih terbatas, ada pula pekerja yang menjadi tidak produktif. Beberapa tempat yang berkaitan dengan industri pariwisata juga mengambil kebijakan untuk merumahkan beberapa pekerja, ataupun melakukan pemotongan upah dalam upaya efisiensi dalam menghadapi situasi ini. Tapi apakah kita hanya berdiam diri saja tanpa berbuat apa-apa dalam menghadapi situasi seperti ini.
Kita sebaiknya harus bangkit kembali bersama-sama dan tetap mencoba untuk menjadi produktif dalam menghadapi situasi di tengah Pandemi Covid-19. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan pekerja agar tetap produktif pada situasi saat ini ketika berada di rumah yaitu dengan menggunakan prinsip “BISA” dimana ini merupakan akronim yang disusun oleh peneliti terkait empat aktivitas yang memungkinkan untuk dilakukan pekerja sehingga bisa tetap produktif di dalam mengembangkan dirinya. “BISA” terdiri dari Belajar hal baru, Ingat untuk selalu beribadah, Saling support satu sama lain dan Aktif mengikuti aturan dan menyebarkan informasi yang positif.
Pertama Belajar hal baru, dalam situasi menghadapi Pandemi Covid-19 dengan berada di rumah pekerja bisa menambah skill baru yang selama ini belum sempat dipelajarinya. Hal ini sejalan juga dengan kebijakan dari pemerintah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah (Zaharah, Kirilova & Windarti, 2020). Mempelajari hal baru ini dapat mengasah dan meningkatkan kompetensi yang dimilikinya, sehingga bisa menunjang pekerjaan ataupun memunculkan peluang baru dalam bekerja yang dapat digunakan untuk meningkatkan sumber pendapatan. Pekerja dalam belajar dapat menggunakan media online baik itu berupa mengambil kelas online khusus maupun berdiskusi dengan rekan kerja. Kedua yang dapat dilakukan oleh pekerja yaitu Ingat beribadah dan berdoa, dimana menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing, hal ini dilakukan agar setiap individu dapat selalu menebarkan energi dan semangat yang positif, baik untuk berhubungan kepada sang pencipta, kepada sesama manusia, maupun kepada lingkungan.
Ketiga yang dapat dilakukan yaitu saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Hal ini tercermin dari nilai dan budaya semangat gotong royong di Indonesia yang masih tinggi, baik itu di pedesaan maupuan perkotaan karena gotong royong merupakan nilai yang tertanam dalam diri orang Indonesia, begitu pula kini diterapkan pada generasi milenial (Simarmata, 2020). Generasi milenial di era teknologi saat ini dapat melakukan aksi nyata melalui pemanfaatan teknologi seperti menyebarkan informasi positif di media sosial. Keempat yaitu aktif, dalam hal ini dimaksudkan untuk aktif mengikuti peraturan yang telah diterapkan oleh pemerintah terkait dengan pemberlakukan physical distancing, serta selalu menjaga kesehatan dengan selalu rutin mencuci tangan, menggunakan masker ketika keluar, mengatur pola makan dan berolahraga sehingga setiap orang tetap berada di imunitas yang sehat.
Beberapa prinsip di atas dapat digunakan agar kita sebagai pekerja dapat tetap dengan produktif meskipun dalam kegiatan beraktivitas dari rumah, saat ini kita bisa ikut berperan bersama-sama berupaya dalam menghentikan peredaran Pandemi Covid-19 ini, salah satunya bisa dengan menggunakan prinsip “BISA” karena kita percaya pasti bisa menghadapi situasi ini, dan mendorong agar keadaan Indonesia dan Dunia bisa pulih kembali.
Reference
Ihsannuddin.
(2020, 03 16). Jokowi : Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah dari
Rumah Perlu Digencarkan. Diakses dari Kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2020/03/16/15454571/jokowi-kerja-dari-rumah-belajar-dari-rumah-ibadah-di-rumah-perlu-digencarkan?page=1
Isna, T. D. (2020, 04 3). 5
Sektor dengan Risiko PHK Tinggi Akibat Corona, Pekerja Mesti Waspada.
Diakses dari wartaekonomi.co.id: https://www.wartaekonomi.co.id/read279541/5-sektor-dengan-risiko-phk-tinggi-akibat-corona-pekerja-mesti-waspada
Simarmata, N. (2020). Gotong Royong
in the Milenial Era. Proceeding of the
10th International Conference on Indigenous and Cultural Psychology.
Yogyakarata : Universitas Gadjah Mada
Zaharah,
Kirilova, G. I., & Windarti, A. (2020). Impact of Corona Virus Outbreak
Towards Teaching & Learning Activities in Indonesia. Salam : Jurnal
Sosial & Budaya Syar-i Vol 7. No 3, 269 – 282.





