
Dunia di abad ini, saat ini, sekarang ini, waktu ini, disini, disana, dimana-mana, di semua tempat, semuanya sudah, sedang dan akan berubah, baik secara evolusi maupun revolusi. Segala lini dan bidang kehidupan mengalami perubahan, pergantian, bahkan pergolakan. Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, semuanya sedang berjalan, bahkan berlari menuju suatu arah. Arah ini bisa saja bisa ditebak dan diprediksi. Tapi bagaimana dengan yang pergerakan tak teratur, tidak bisa ditebak dan diprediksi? Organisasi beserta sumber daya manusia (SDM) di dalamnya harus bisa dan mampu, baik secara preventif maupun kuratif, menangani, menghadapi, mencari solusi dan mengimplementasikannya agar bisa bertahan dan bekerja sama mengatasi dan menjalani perubahan ini. Modal dan senjata dari hal ini adalah “All”
All Ready (Siap)
Siapa yang siap, dia yang akan menjadi pemenang. Siap sebelum “turun ke arena pertandingan”. Hal ini bisa dilakukan oleh organisasi mulai dari hulu sampai ke hilir, baik dalam proses perekrutan SDMnya maupun pengambilan SDA (Sumber Daya Alam)nya. Bisa juga oleh SDMnya sendiri dengan selalu melalukan pembelajaran dan perbaikan, baik dalam kinerja maupun di luar kinerja/jam kerja. Siap pada waktu “pertandingan”. Organisasi dan SDM didalamnya bahu-membahu untuk menjalin kerja sama yang kompak, baik antara atasan dengan bawahan maupun antar sesama rekan kerja. Kerja sama yang solid ini bisa terbentuk jika mempunyai satu visi, komitmen dan tujuan bersama. Siap setelah “pertandingan”. Organisasi dan SDM segera melakukan koreksi, introspeksi dan evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan. Hal ini agar ke depannya tahu kesalahan apa yang tidak boleh terulang lagi dan perbaikan apa yang harus dilakukan.
All-Important (Terpenting)
Organisasi dan SDM harus tahu apa yang terpenting di dalam bekerja dan organisasi. Istilah “Think First Think” harus benar-benar diterapkan dan diaplikasikan. Jangan sampai apa yang menjadi prioritas sekunder bahkan tersier, malah menjadi primer. Prioritas yang terpenting ini sebaiknya dimulai dari internal organisasi dan SDM dulu. Setelah beres, maka baru ke eksternal/pelanggan/konsumen. Dengan mengetahui apa yang terpenting, maka kerja dan pekerjaan akan menjadi efektif dan efisien.
All Over (Seluruh)
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Rasa-rasanya peribahasa ini tepat untuk menggambarkan bagaimana kebersamaan yang menyeluruh di dalam perusahan menjadi modal yang luar biasa dalam berkompetisi dan bersaing di era ini. Perubahan, perjuangan dan perbaikan ini tidak bisa hanya pada orang, level, bagian atau departemen tertentu saja. Namun harus menyeluruh. Dengan menyeluruh, maka kerja dan pekerjaan tidak akan menjadi sepotong-potong atau hanya bagian per bagian. Namun ke-seluruh-an ini ibarat menjadi daya dobrak yang luar biasa karena seluruh unsur dari organisasi bergerak bersama untuk memperjuangkan dan menuju visi dan cita-cita yang akan dicapai bersama.
All The Best (Semua yang terbaik)
Organisasi beserta SDMnya di dalam bekerja harus mempunyai “kredo” untuk sungguh-sungguh memberikan dan mengerjakan yang terbaik. Hal ini bisa dimulai memberikan yang terbaik untuk SDM sendiri. Ini bisa dilakukan baik oleh SDM sendiri kepada dirinya (bekerja dengan baik tanpa merugikan diri sendiri) dan dari organisasi (memberikan apa yang menjadi hak SDM). Lalu kemudian memberikan yang terbaik untuk organisasi yaitu SDM bekerja sepenuh hati untuk mencapai target atau tanggung jawab yang diberikan organisasi. Lalu kemudian memberikan yang terbaik kepada pelanggan atau konsumen yaitu memberikan pelayanan dan produk yang terbaik, baik itu pra atau pasca penjualan.
All-Rounder (Serba Bisa)
Agar bisa saling bekerja sama dengan organisasi atau SDM lain, organisasi dan SDM dituntut untuk serba bisa. Serba disini adalah serba bisa melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya, apa yang menjadi pekerjaannya dan apa yang menjadi bisnis intinya. Sehingga organisasi dan SDMnya bisa dikatakan memang mampu dan mempunyai keahlian di bidangnya. Serba bisa juga dapat berarti bisa untuk mengantisipasi sebelum masalah datang, bisa mengatasi masalah yang datang dan bisa menyelesaikan masalah yang datang.
All-Star (Yang Terpilih)
Pemenang dari masalah dan tantangan akan menjadi yang terpilih. Kalau dari sisi SDM, maka SDM yang terbaik yang akan terpilih oleh organisasi. Dia/mereka akan mendapatkan peningkatan gaji, promosi, tunjangan dan tentu saja menjadi “pemain terbaik” bagi organisasinya. Sedangkan dari sisi organisasi, maka organisasi yang terbaik yang akan terpilih oleh pelanggan/konsumen/masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh loyalitas akan produk organisasi tersebut, opini positif terhadap SDMnya, dan nama baik bagi organisasi tersebut.
All-Out (Totalitas)
Agar bisa mencapai semua apa yang ada diatas, maka organisasi beserta SDMnya harus total dalam merencanakan, mengatasi dan menyelesaikan apapun yang ada yang terlibat di dalam organisasi dan SDM tersebut. Total berarti memberikan yang terbaik apa yang dipunyai dan mengusahakan yang terbaik apa yang bisa dilakukan. Jika ini sudah bisa dilakukan dan dijalankan, maka “hukum karma” atau “tabur tuai” itu pasti akan berlaku yaitu setiap usaha organisasi dan SDM pasti tidak ada yang sia-sia. Semuanya pasti akan berbuah dan berdampak yang terbaik.
All-Day (Sepanjang hari)
Mengusahakan apa yang terbaik harus pula dilakukan dan dijalankan sepanjang hari. Artinya, di setiap kesempatan yang ada, organisasi dan SDM harus menjadikan waktu dan kesempatan menjadi berharga untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Dengan mengerjakan dan menghargai dari hal yang kecil, maka niscaya akan mampu lagi untuk dalam hal besar nantinya.
All the Time (Sepanjang Waktu)
Usaha sepanjang waktu berarti usaha yang dilakukan tak henti-hentinya. Arinya bukan hanya berdasarkan mood, target atau proyek. Namun hal itu sudah harus sebagai proses “Kaizen” atau “Continuous Improvement” yaitu “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Ini juga menyangkut perencanaan, penanggulangan dan perbaikan masalah yang juga tak henti-hentinya demi untuk menjadi dan mencapai SDM dan organisasi yang terbaik. Sampai kapan hal ini dijalankan? Ya sampai selamanya. Karena kita tidak tahu kapan kita akan naik atau kapan akan turun, seperti layaknya roda kehidupan. Oleh karena itu, semuanya yang sudah dipaparkan diatas, semuanya mengerucut pada satu hal yaitu untuk berusaha selamanya, berproses selamanya dan tentunya menjadi yang terbaik selamanya.
Oleh: Nicholas Simarmata, S.Psi., M.A.






terima kasih