ARAH BUDAYA ORGANISASI

Budaya organisasi adalah sistem nilai dan keyakinan bersama yang dianut oleh semua pihak yang harus berinteraksi dalam rangka pencapaian tujuan. Budaya organisasi berperan dalam menentukan struktur dan berbagai sistem operasional yang membuahkan norma perilaku (Uha, 2013). Budaya organisasi yang kuat akan dikaitkan dengan unjuk kerja organisasi jangka panjang tetapi berciri moderat. Budaya mempunyai dampak yang kuat dan semakin besar dampaknya pada prestasi kerja organisasi. Hal ini memiliki empat kesimpulan yaitu (Kotter & Heskett, 1992): (1) Budaya organisasi dapat mempunyai dampak signifikan pada prestasi kerja ekonomi organisasi dalam jangka panjang; (2) Budaya organisasi merupakan faktor yang lebih penting dalam menentukan sukses atau kegagalan organisasi dalam dekade mendatang; (3) Bisa saja dalam organisasi yang penuh dengan orang yang bijaksana dan pandai, berkembang budaya organisasi yang menghambat prestasi organisasi; dan (4) Walaupun sulit untuk diubah, budaya organisasi dapat dibuat untuk lebih meningkatkan prestasi.

Budaya yang kuat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi (Beyer, 1988). Hal ini perlu ditelaah lebih lanjut karena (Schein, 1992): (1) Mungkin merupakan usaha besar pertama yang berusaha mengaitkan budaya organisasi dengan kinerja ekonomi jangka panjang; (2) Menyoroti efek dari budaya yang kuat terhadap penjajaran tujuan, motivasi, dan kontrol; dan (3) Merebut perhatian banyak orang. Perspektif ini mengatakan bahwa budaya yang kuat menyebabkan kinerja yang kuat. Kinerja yang kuat membantu menciptakan budaya yang kuat.

Budaya organisasi sebagai variabel campur tangan. Karyawan membentuk persepsi subjektif keseluruhan mengenai organisasi berdasarkan pada faktor seperti toleransi, tekanan pada tim, dan dukungan orang. Persepsi keseluruhan ini menjadi budaya organisasi itu. Persepsi yang mendukung atau tidak mendukung ini kemudian memengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan dengan dampak yang lebih besar pada budaya yang lebih kuat (Robbins, 1998).

Faktor yang memengaruhi pembentukan kinerja yang baik adalah budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan faktor struktur dan psikologis yang menentukan kekuatan menyeluruh organisasi, produktivitas, dan daya saing dalam jangka panjang (Imai, 1986). Budaya organisasi tercermin dalam perilaku keseharian anggotanya yang berarti pula merupakan praktik sehari-hari di tempat kerja. Budaya organisasi akan memberikan suasana psiokologis bagi semua anggota; bagaimana mereka bekerja, bagaimana menyelesaikan masalah, dan merupakan wujud budaya yang khas bagi setiap organisasi (Uha, 2013). Maka dengan mengetahui arah budaya organisasi maka anggota organisasi juga memiliki “kompas” sebagai panduan apa yang harus dilakukan pada tataran operasional harian maupun kemana mau menuju pada tataran visi, misi, dan strategi secara berkelanjutan dan jangka panjang.

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

Pustaka

Beyer, B.K. (1988). Developing a Thinking Skills Program. Boston, MA: Allyn and Bacon. ISBN: 9780205111336.

Imai, M. (1986). Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success. New York: Random House.

Kotter, J. & Heskett, J.L. (1992). Corporate Culture and Performance. New York: Free Press.

Robbins, S.P. (1998). Organizational Behavior: Concepts, Controversies, Applications. New York: Prentice-Hall.

Schein, E.H. (1992). Organizational Culture and Leadership. San Francisco, CA: Jossey-Bass Publishers.

Uha, I.N. (2013). Budaya Organisasi Kepemimpinan dan Kinerja: Proses Terbentuk, Tumbuh Kembang, Dinamika, dan Kinerja Organisasi. Jakarta: Kencana. ISBN 978-602-7985-33-9.

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.