BUDAYA

(Sumber: https://patimes.org/wp-content/uploads/2014/06/Holt-june.jpg. Diakses 26-8-2020)

Budaya yaitu sebuah kata benda yang berarti pikiran; akal budi; kebudayaan; yang mengenai kebudayaan; yang sudah berkembang (beradab, maju) (Kamus Bahasa Indonesia, 2008). Budaya merupakan sesuatu yang kompleks atas asumsi tingkah laku cerita, mitos metafora, dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa artinya menjadi anggota masyarakat tertentu. Budaya yaitu pola semua suasana baik materi atau perilaku yang sudah diadopsi masyarakat secara tradisional sebagai pemecahan masalah anggotanya. Budaya di dalamnya juga termasuk semua cara yang telah terorganisasi, kepercayaan, norma, nilai budaya yang implisit serta premis yang mendasar dan mengandung suatu perintah. Budaya secara umum adalah seperangkat asumsi penting yang dimiliki bersama anggota masyarakat. Budaya adalah suatu sistem pembagian nilai dan kepercayaan yang berinteraksi dengan orang dalam suatu organisasi, struktur organisasi, dan sistem kontrol yang menghasilkan norma perilaku (Uha, 2013).

Untuk menerangkan konsep budaya, The International Encyclopedia of the Social Sciences (1972 dalam Ernawan, 2011) menggunakan dua pendekatan untuk studi Antropologi periode 1900-1950 yaitu: (1) Pendekatan teori pola-proses yaitu pola budaya sebagai dasar atau basis atau landasan yang dikembangkan oleh Alfred Louis Kroebcr (1876-1960) dan, (2) Pendekatan teori struktural-fungsional yaitu struktur sosial sebagai dasar atau basis atau landasan yang dikembangkan oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) dan Radclifre-Brown. Kedua teori itu tercakup di dalam definisi budaya dalam arti luas menurut Edward Bumett Taylor (1832-1917) yaitu kebudayaan atau peradaban yang diambil dari dalam pengertian etnografinya yang luas. Budaya adalah keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, dan kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Inti dari pandangan Taylor ini memberikan makna budaya sebagai suatu kesatuan antara pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat yang diperoleh sebagai anggota atau bagian masyarakat. Budaya sebagai serangkaian asumsi penting (yang sering tidak dinyatakan) yang dimiliki oleh anggota masyarakat (Ernawan, 2011). Asumsi dasar bersama meliputi (Cameron & Quinn, 2006): (1) shared things, misalnya pakaian seragam, (2) shared saying, misalnya ungkapan, kata-kata, (3) shared doings, misalnya pertemuan, kerja bakti, dan (4) shared feelings, misalnya turut belasungkawa, dirgahayu, ucapan selamat.

Budaya adalah suatu pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh kelompok tertentu sebagai pembelajaran untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal yang resmi dan terlaksana dengan baik. Hal ini diajarkan atau diwariskan kepada anggota baru sebagai cara tepat memahami, memikirkan dan merasakan terkait dengan masalah tersebut (Schein, 1992).

Budaya sebagai collective programming of the mind, atau collective mental program. Mental programming terdapat pada tiga level (Hofstede, 2001): (1) Universal level of mental programming yaitu sistem biologis operasional manusia termasuk perilakunya yang bersifat universal, seperti senyum dan tangis yang terjadi sepanjang sejarah; (2) Collective level of mental programming misalnya bahasa; dan (3) Individual level of mental programming misalnya kepentingan. Pandangan Hofstede ini memberikan makna bahwa budaya sebagai program kolektif (bersama-sama) dari pemikiran yang membedakan anggota dari suatu kelompok atau komunitas manusia dengan yang lainnya (Ernawan, 2011).

Budaya sebagai suatu sistem dari ide (pemikiran) dan pengesahan ide ini dirancang untuk kehidupan. Budaya merupakan suatu sistem nilai dan norma yang diberikan pada suatu kelompok atau komunitas manusia yang disepakati atau disahkan bersama-sama sebagai landasan dalam kehidupan. Budaya dapat dibagikan pada anggota dalam suatu kelompok, organisasi maupun bangsa. Nilai diartikan sebagai ide abstrak mengenai apakah suatu kelompok mempercayai kebaikan, kebenaran dan keinginan (Nomenwirth & Weber, 1987). Norma diartikan sebagai aturan sosial dan petunjuk yang menentukan perilaku dalam keadaan tertentu (Cameron & Quinn, 2006; Ernawan, 2011).

Kebudayaan adalah kesatuan ide yang ada dalam kepala manusia dan bukannya gejala (yang terdiri atas perilaku dan hasil perilaku mausia). Sebagai satuan ide, kebudayaan terdiri atas serangkaian nilai dan norma yang berisikan larangan untuk melakukan tindakan dalam menghadapi lingkungan sosial, kebudayaan. Juga berisikan serangkaian konsep dan model pengetahuan mengenai berbagai tindakan dan perilaku yang seharusnya diwujudkan oleh pendukungnya dalam menghadapi sesuatu lingkungan sosial, kebudayaan, dan nilai norma, konsep. Model pengetahuan dalam penggunaannya adalah selektif sesuai dengan lingkungan yang dihadapi karyawan (Suparlan, 1986).

Ada tiga sudut pandang mengenai budaya yaitu (Uha, 2013): (1) Budaya merupakan produk konteks pasar di tempat organisasi operasi dan peraturan yang menekan; (2) Budaya merupakan produk struktur dan fungsi yang ada dalam organisasi. Misalnya organisasi yang tersentralisasi berbeda dengan organisasi yang terdesentralisasi; dan (3) Budaya merupakan produk sikap orang dalam pekerjaan mereka. Hal ini berarti produk perjanjian psikologis antara individu dengan organisasi.

Dari pemaparan diatas maka bisa diketahui sejarah dari budaya. Dari situ kita menjadi tahu bahwa budaya juga memiliki peran di masyarakat. Namun ternyata seiring perkembangan jaman, studi tentang budaya tidak hanya di konteks masyarakat saja, namun juga merambah ke organisasi. Hal ini yang kemudian memunculkan istilah dan studi tentang budaya organisasi.

(Sumber: https://jinzhouli.wordpress.com/2018/04/28/blog-1-can-cultures-be-managed-within-organizations/. Diakses 26-8-2020)

Oleh:

Nicholas Simarmata, M.A.

 

PUSTAKA

Cameron, K.S., & Quinn, R.E. (2006). Diagnosing And Changing Organizational Culture: Based On The Competing Values Framework. Revised Edition. USA: Jossey-bass.

Ernawan, E.R. (2011). Organizational culture: Budaya organisasi dalam perspektif ekonomi dan bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Hofstede, G. (2001). Culture’s Consequences: Comparing Values, Behaviors, Institutions and Organizations Across Nations. Tilburg University, Netherlands

Kamus Bahasa Indonesia. (2008). Pusat Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-689-779-1.

Nomenwirth, I.Z. & Weber, R.P. (1987). Dynamics of Culture.  London: Routledge. DOI: https://doi.org/10.4324/9781315512174. eBook ISBN: 9781315512174.

Schein, E.H. (1992). Organizational Culture and Leadership. San Francisco, CA: Jossey-Bass Publishers.

Suparlan, P. (1986). Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial dasar. Dalam A.W. Widajaja (Editor). Individu Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Akademika Pressindo.

Uha, I.N. (2013). Budaya Organisasi Kepemimpinan Dan Kinerja: Proses Terbentuk, Tumbuh Kembang, Dinamika Dan Kinerja Organisasi. Jakarta: Penerbit Kencana. ISBN: 978-602-7985-33-9.

 

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.